Kamis, 19 November 2015

keterkaitan tumbuhan dengan lingkungan


       PENGARUH TUMBUHAN TERHADAP LINGKUNGAN



Tumbuhan dan lingkungan mempunyai hubungan yang sinergis, keduanya terjadi hubungan timbal balik. Lingkungan meliputi 2 faktor yaitu faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik merupakan faktor yang berupa benda hidup seperti halnya manusia, flora, dan fauna. Sedang faktor abiotik meliputi komponen tak hidup seperti udara, tanah, air, kelembapan, iklim, suhu, sanilitas dan sebagainya. Faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan atau pertumbuhan  Lingkungan sendiri dapat dibedakan menjadi dua macam yakni: lingkungan makro dan lingkungan mikro.

 Lingkungan makro merupakan lingkungan yang mempengaruhi hidup tanaman secara keseluruhan atau global.

 Lingkungan mikro adalah lingkungan yang berada di dekat tanaman tempat dia tumbuh yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan nya atau dapat disebut juga sebagai habitat.



Lingkungan merupakan kompleks dari berbagai faktor yang saling berinteraksi satu sama lainnya .Dengan demikian  secara operasional sulit untuk memisahkan satu faktor terhadap lainnya tanpa mempengaruhi kondisi secara keseluruhan.
 
  1. HUBUNGAN FOTOSINTESIS DENGAN UNSUR SIKLUS DI ALAM.

Fotosintesis selain menghasilkan makanan sebagai sumber energi bagi makhluk hidup juga melepaskan oksigen ke udara. Oksigen tersebut digunakan untuk proses oksidasi makanan oleh makhluk hidup.

Sehingga timbulah proses oksigen dan siklus karbon dioksida

1.      Siklus oksigen

Tumbuhan hijau, hewan, dan manusia memiliki hubungan timbal balik saling menguntungkan. Pada waktu melangsungkan fotosintesis, tumbuhan hijau mengambil karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara. Oksigen yang diambil dari udara diimbangi dengan oksigen yang dilepaskan ke udara. Untuk setiap molekul oksigen yang digunakan dalam respirasi seluler (oksidasi sel), dilepaskan satu molekul karbondioksida. Sebaliknya, untuk setiap karbondioksida yang diambil untuk fotosintesis, dilepaskan satu molekul oksigen. Dengan demikian kadar okseigen di udara akan tetap, yaitu sekitar 20%.



2.       Siklus Karbon

Tumbuhan hijau menggunakan karbondioksida untuk membentuk glukosa (C6H12O6). Glukosa (zat gula) hasil fotosintesis itu digunkaan sebagai bahan untuk membentuk (sintesis) zat tepung, protein, dan lemak. Beberapa bagian diantaranya hewan, termasuk manusia. Karbondioksida tersebut akan dilepaskan kembali ke udara saat hewan dan tumbuhan bernapas serta pada saat mereka mati dan diuraikan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai juga membebaskan karbondioksida ke udara melalui proses respirasi.

Tempat penampungan karbondioksida paling besar selain udara ialah laut. Karbondioksida di udara akan segera bertukar dengan karbondioksida yang terlarut di laut. Banyaknya karbondioksida terlarut akan diendapkan dalam bentuk karbonat sebagai batu karang dan batu kapur. Jadi endapan laut ini merupakan penampungan unsur karbon yang paling besar.




PENGERTIAN SIMBIOSIS

Simbiosis adalah merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan.Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.

Adapun jenis simbiosis yakni :
 
1. Simbiosis Mutualisme
    Simbiosis Mutualisme adalah hubungan timbal balik antara 2 makhluk hidup yang berbeda yang saling menguntungkan keduanya.

adapun contohnya adalah
  •  BUNGA DAN LEBAH 
Hubungan yang terjadi antara lebah dan tumbuhan berbunga juga merupakan    contoh simbiosis mutualisme. Dalam hubungan tersebut, lebah mendapatkan madu atau nektar dari bunga, sedangkan tumbuhan berbunga dibantu penyerbukannya oleh lebah. Tahukah anda bagaimana mekanisme lebah membantu penyerbukan bunga? Pada waktu lebah hinggap di atasbunga, kaki lebah menyentuh benang sari bunga itu. Kemungkinan ada beberapa serbuk sari yang menempel pada kaki lebah. Apabila kaki lebah menyentuh kepala putik, sebagian serbuk sari ada yang jatuh di atas kepala putih sehingga terjadilah penyerbukan. 

2.  Simbiosis Parasitisme
Simbiosis Parasitisme adalah hubungan timbal balik antara 2 makhluk hidup dimana 1 pihak dirugikan dan 1 pihak diuntungkan. Simbiosis parasitisme dibagi kembali menjadi 2 :

a.       Ektoparasit yaitu parasit yang tumbuh di luar tubuh inang , contoh anggrek pohon dan inangnya , kutu di rambut manusia , jamur di kulit organisme , dll .

b.      Endoparasit yaitu parasit yang tumbuh di dalam tubuh inang , ulat pengerek batang , parasit malaria , cacing pita , dll.

Ex:

§  TALI PUTRI DAN TANAMAN PAGAR HIDUP

Tali putri tidak bisa menghasilkan makanan, karena tidak memiliki zat hijau daun (klorofil). Untuk memperoleh makanan, tali putri hidup menempel pada tumbuhan inang dan mengambil sari makanan yang dihasilkan tumbuhan inang. Tali putri diuntungkan karena mendapatkan makanan.

3. Simbiosis Komensalisme
Simbiosis Komensalisme adalah hubungan timbal balik antara 2 makhluk hidup yang menguntungkan 1 pihak dan pihak yang lain tidak dirugikan maupun diuntungkan


Ex :

§  BUNGA ANGGREK DENGAN POHON

Bunga anggrek tersebut, meski hidup menempel pada pohon, tetapi ia sanggup membentuk dan membuat makanannya sendiri. Oleh sebab itu, secara teknis, ia hanya hidup “menumpang” dan bukan menjadi parasit pada pohon. Dengan demikian, keberadaannya sama sekali tidak merugikan juga memberi keuntungan pada pohon tempat ia melekat.