PENGARUH TUMBUHAN TERHADAP LINGKUNGAN
Tumbuhan dan lingkungan
mempunyai hubungan yang sinergis, keduanya terjadi hubungan timbal balik.
Lingkungan meliputi 2 faktor yaitu faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik
merupakan faktor yang berupa benda hidup seperti halnya manusia, flora, dan
fauna. Sedang faktor abiotik meliputi komponen tak hidup seperti udara, tanah,
air, kelembapan, iklim, suhu, sanilitas dan sebagainya. Faktor yang dapat
mempengaruhi kehidupan atau pertumbuhan
Lingkungan sendiri dapat dibedakan menjadi dua macam yakni: lingkungan
makro dan lingkungan mikro.
Lingkungan makro merupakan lingkungan
yang mempengaruhi hidup tanaman secara keseluruhan atau global.
Lingkungan mikro adalah lingkungan yang
berada di dekat tanaman tempat dia tumbuh yang sangat berpengaruh dalam
pertumbuhan dan perkembangan nya atau dapat disebut juga sebagai habitat.
Lingkungan merupakan kompleks dari berbagai faktor yang
saling berinteraksi satu sama lainnya .Dengan demikian secara operasional sulit untuk memisahkan
satu faktor terhadap lainnya tanpa mempengaruhi kondisi secara keseluruhan.
- HUBUNGAN FOTOSINTESIS DENGAN UNSUR SIKLUS DI ALAM.
Fotosintesis selain menghasilkan
makanan sebagai sumber energi bagi makhluk hidup juga melepaskan oksigen ke
udara. Oksigen tersebut digunakan untuk proses oksidasi makanan oleh makhluk
hidup.
Sehingga timbulah proses oksigen dan
siklus karbon dioksida
1.
Siklus oksigen
Tumbuhan hijau, hewan, dan manusia memiliki hubungan
timbal balik saling menguntungkan. Pada waktu melangsungkan fotosintesis,
tumbuhan hijau mengambil karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara.
Oksigen yang diambil dari udara diimbangi dengan oksigen yang dilepaskan ke
udara. Untuk setiap molekul oksigen yang digunakan dalam respirasi seluler
(oksidasi sel), dilepaskan satu molekul karbondioksida. Sebaliknya, untuk
setiap karbondioksida yang diambil untuk fotosintesis, dilepaskan satu molekul
oksigen. Dengan demikian kadar okseigen di udara akan tetap, yaitu sekitar 20%.
2. Siklus Karbon
Tumbuhan
hijau menggunakan karbondioksida untuk membentuk glukosa (C6H12O6).
Glukosa (zat gula) hasil fotosintesis itu digunkaan sebagai bahan untuk
membentuk (sintesis) zat tepung, protein, dan lemak. Beberapa bagian
diantaranya hewan, termasuk manusia. Karbondioksida tersebut akan dilepaskan
kembali ke udara saat hewan dan tumbuhan bernapas serta pada saat mereka mati
dan diuraikan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai juga membebaskan
karbondioksida ke udara melalui proses respirasi.
Tempat
penampungan karbondioksida paling besar selain udara ialah laut. Karbondioksida
di udara akan segera bertukar dengan karbondioksida yang terlarut di laut.
Banyaknya karbondioksida terlarut akan diendapkan dalam bentuk karbonat sebagai
batu karang dan batu kapur. Jadi endapan laut ini merupakan penampungan unsur
karbon yang paling besar.
Simbiosis adalah merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup
berdampingan.Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus
antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan
simbiosis disebut simbion.
Adapun
jenis simbiosis yakni :
1. Simbiosis Mutualisme
Simbiosis Mutualisme adalah hubungan timbal balik antara 2 makhluk hidup yang berbeda yang saling menguntungkan keduanya.
adapun contohnya adalah
- BUNGA DAN LEBAH
2. Simbiosis Parasitisme
Simbiosis Parasitisme adalah hubungan timbal balik antara 2 makhluk hidup
dimana 1 pihak dirugikan dan 1 pihak diuntungkan. Simbiosis parasitisme dibagi
kembali menjadi 2 :
a.
Ektoparasit yaitu parasit
yang tumbuh di luar tubuh inang , contoh anggrek pohon dan inangnya , kutu di
rambut manusia , jamur di kulit organisme , dll .
b.
Endoparasit yaitu parasit
yang tumbuh di dalam tubuh inang , ulat pengerek batang , parasit malaria ,
cacing pita , dll.
Ex:
§
TALI PUTRI DAN TANAMAN
PAGAR HIDUP
Tali putri tidak bisa menghasilkan makanan,
karena tidak memiliki zat hijau daun (klorofil). Untuk memperoleh makanan, tali
putri hidup menempel pada tumbuhan inang dan mengambil sari makanan yang
dihasilkan tumbuhan inang. Tali putri diuntungkan karena mendapatkan makanan.
Simbiosis Komensalisme adalah hubungan timbal balik antara 2 makhluk hidup yang menguntungkan 1 pihak dan pihak yang lain tidak dirugikan maupun diuntungkan
Ex :
§
BUNGA ANGGREK DENGAN POHON
Bunga anggrek tersebut, meski
hidup menempel pada pohon, tetapi ia sanggup membentuk dan membuat makanannya
sendiri. Oleh sebab itu, secara teknis, ia hanya hidup “menumpang” dan bukan
menjadi parasit pada pohon. Dengan demikian, keberadaannya sama sekali tidak
merugikan juga memberi keuntungan pada pohon tempat ia melekat.
